Essai : Tanggung Jawab Pendidikan Sosial

Oleh : Masriyadi

Diera modern sekarang pembinaan karakter anak sejak dini sangat penting dalam mengarungi kehidupan. Pendidikan masyarakat berperan aktif untuk menopang hal tersebut. Maka dari itu perlu adanya pendidikan kemasyarakatan. Yang dimaksud pendidikan kemasyarakatan ialah pendidikan anak sejak dini agar terbiasa melakukan tata Krama sosial yang utama, dasar-dasar kejiwaan yang mulia, yang bersumber dari akidah islamiah yang abadi dan emosi keimanan yang mendalam agar di masyarakat, anak berpenampilan dan bergaul dengan baik, sopan, ajeg, matang akal, dan bertindak bijak.

Tidak diragukan lagi bahwa tanggung jawab ini termasuk salah satu tanggung jawab terpenting bagi para pendidik dan orang tua dalam upaya mempersiapkan anak, bahwa merupakan hasil setiap pendidikan yang telah disebutkan, baik yang berhubungan dengan pendidikan iman maupun berkaitan dengan pendidikan moral dan psikologis karena eksistensi pendidikan sosial merupakan fenomena tingkah laku dan watak yang dapat mendidik anak guna menunaikan segala kewajiban, sopan santun, kontrol sosial, keajegan intelektual, politik, dan interaksi yang baik dengan orang lain.

Secara empiris dan nyata, tegas bahwa selamatnya masyarakat serta kuat dan kokohnya bangunan tidak terlepas dari sehatnya anggota masyarakat dan cara mempersiapkannya. Karenanya Islam memperhatikan pendidikan sosial dan tingkah lakunya sehingga, apabila mereka terdidik, terbentuk, dan berkiprah di panggung kehidupan, mereka akan dapat memberikan gambaran yang benar tentang manusia yang cakap, berakal, dan bijak.

Oleh sebab itu, para pendidik hendaknya berusaha keras memikul tanggung jawab besar mereka terhadap pendidikan sosial dengan cara yang benar agar mereka dapat memberikan andil dalam pembinaan masyarakat Islam yang utama, yang berlandaskan iman, moral, pendidikan sosial, dan nilai nilai Islam yang tinggi.

Menurut Dr. Abdullah Nashih Ulwan dalam bukunya ” Pendidikan Sosial Anak “, yang dikutip penulis berkisar pada empat persoalan, penanaman dasar dasar kejiwaan yang mulia, pemeliharaan hak hak orang lain, melaksanakan tata Krama sosial yang berlaku umum, kontrol dan kritik sosial.

Dasar terbentuknya jiwa yang mulia dari tiga aspek penting yakni, pertama takwa, hasil hakiki dan buah alami emosi keimanan yang mendalam, yang berhubungan dengan perasaan di awasi oleh Allah, takut kepada-Nya, takut kepada murka-Nya, serta mengharapkan ampunan pahala dari pada-Nya. Kedua ukhuwah adalah ikatan kejiwaan yang melahirkan perasaan yang mendalam dengan kelembutan, cinta dan sikap hormat terhadap setiap orang yang sama-sama diikat dengan akidah Islam, iman dan taqwa. Ketiga kasih sayang, merupakan kelembutan hati dan kepekaan perasaan sayang terhadap orang lain, merasa sependeritaan, mengasihi mereka, dan ikut serta menghapus air mata kesedihan dan penderitaan mereka.

Pendidikan yang tidak berdiri tegak di atas dasar pendidikan akan menjadi seperti orang yang melihat sebuah pohon yang mulai menguning dan layu, daun-daunnya mulai berguguran, yang tidak pernah memperhatikan bahwa bila benih itu baik, maka semua pohon itu akan ikut baik pula. Dengan peryataan lebih jelas, barang siapa yang menjalankan tanggung jawab pendidikan kemasyarakatan dan pendidikannya tidak dibina atas kejiwaan yang kokoh, maka ia akan menjadi seperti orang yang melukis di atas air, atau seperti orang yang meniup pasir yang tidak ada artinya.

Editor : UKM KAMDI

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close