Curahan Hati Si Anak Petani

Kebaikan akan kalah dengan kejahatan yang terstruktur.

Pancasila adalah dasar negara kesatuan RI sudah menjadi sebuah keharusan dan harga mati tuk mempertahakan serta mengaktualisasikan nilai2 pancasila.

Berbicara tentang pancasila maka tak lepas dari sebuah dasar atau pondasi dimana pancasila berasal dari bahasa sansekerta yang terdiri dari 2 kata yakni “Panca” berarti lima dan “Sila” berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.Didalam pancasila sila 5 yang berbunyi keadilan sosial bagi seluruh rakyak Indonesia.

Nilai keadilan adalah nilai yang menjunjung norma berdasarkan ketidak berpihakkan, keseimbangan, serta pemerataan terhadap suatu hal. Segala usaha diarahkan kepada potensi rakyat, memupuk perwatakan dan peningkatan kualitas rakyat, sehingga kesejahteraan tercapai secara merata.

Perlu digaris bawahi hal tersebut tidak berlaku bagi seluruh warga Indonesia, itu hanya berlaku bagi sebagian oknum yang menggunakan kedudukannya sebagai senjata untuk memegang kendali seluruh lembaga yang Ada di Indonesia.

Entah kekuasaan itu dipakai untuk meraut keuntungan, hingga memberikan peluang bagi para kerabat/keluarganya untuk bisa memegang jabatan, menduduki jabatan meski tidak sesuai dengan peraturan.

Mungkin benar inilah yang sering muncul di pembicaran kalangan masyarakat bahwa peraturan dibuat untuk dilanggar. Kami adalah masyarakat kecil, kami hanyalah seorang petani, buruh pekerja, kami tak tahu bagaimana kami bisa melawan kejahatan yang tersruktur.

Tolonglah kami juga perlu keadilan, bukan hanya keluarga anda yang ingin sukses. Kami pun masyarakat biasa, si anak petani pun ingin ikut merasakan. Tapi bagi saya mungkin itu mustahil terjadi. Selama sistem kekeluargaan masih berlaku dan sistem keuangan siapa yang tertinggi. Maka sistem persaingan secara sehat lama kelamaan akan tergerus oleh kebiasaan – kebiasaan yang menjamur dan membudaya dalam diri si oknum.

Tetaplah tertawa diatas penderitaan si anak petani. Tetaplah tertawa atas ke dzoliman yang anada perbuat terhadap si anak petani.

Di dalam hati kecil ini menangis terseduh – seduh, menerima kenyataan bahwa saya gagal oleh kejahatan yang terstruktur. Kami tak butuh belas kasihan anda, kami hanya butu keadilan. *Brh Tn

Iklan

Satu tanggapan untuk “Curahan Hati Si Anak Petani

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close